Review The Last 5 Years “sisi lain indahnya pernikahan dan kesuksesan”

last_five_years_ver3

credit photo: impaward

Bermula dari diskusi saya dengan mbak “pembimbing” alias editor dan temn curcol soal “viral content” berlanjut pada cerita hubungan lelaki dan perempuan dan kami mengaitkan dengan topik perceraian Dian pelangi yg begitu hangat dibicarakan saat itu.

Dia begitu gemasnya ingin memberikan nasehat pernikahan pada DP. Tentunya nasehat pernikahan dari sudut pandangnya. Akan tetapi status “single” nya menghentikan niat itu :)).

Keinginan tak tersampaikan itu dia tulis dalam blognya dan merekomendasikan film ini untuk dintonton.
Film musical yang diperankan oleh anna kendrick dan Jeremy jordan .

Pada awalnya saya sangat bosan dengan film ini. Film musical yg tidak membuatmu riang gembira menontonnya. Bukan seperti Glee, Pitch Perfect, High School Musical atau lainnya, namun film ini lebih seperti Less Miserable yg membosankan. Less Misserable membuat saya hanya mampu bertahan 15 menit saja. Namun untuk film The last 5 years ini berbeda. Keingintahuan saya untuk “kepo” relasi pesan film ini dengan kisah DP membantu saya bertahan. Meskipun dengan banyak byanyian yang saya “skip”.

Film ini mengisahkan jamie dan cathy sepasang kekasih yg sama2 ingin memulai karirnya. Jamie seorang penulis dan cathy pemain teater. Jamie mulai sukses dalam karirnya menjadi penulis best seller yang kemudian mengajak cathy untuk menikah.

Diawal pernikahan mereka saling mendukung, jamie mendukung cathy dengan jadwal audisi pemain teater broadway yg tak kunjung lolos. Begitu juga sebaliknya cathy yg mendujung jamie yang sedang naik daun dalam karirnya.

Hingga pada suatu hari cathy merasa hanya sebagai bayang-bayang dalam ketenaran suaminya. Disetiap pesta dia hanya akan menjdi “tukang foto” jamie dan fansnya. Sedangkan dirinya masih berpindah-pindah mengikuti audisi. krisis kepercayaan diir yang mulai menyerangnya membuat dia kembali mempertanyakan prestasinya.

Pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi hingga membuat jamie memutuskan “gave up his marriage”. Dia tak bisa lagi meyakinkan hati sang istri. istri yang meninggalkan dirinya karena merasa tidak berguna untuknya.
Usaha jamie terakhir adalah meyakinkan istriny adengan mengungkapkan isi hatiny dalam nyanyian. nyanyian yang menjadi salah satu bagian favorit saya.

If I didn’t Believe In you

” If, I didn’t believe in you
We’d never have gotten this far
If I didn’t believe in you
And all of the ten thousand women you are
If I didn’t think you could do
Anything you ever wanted to
If I wasn’t certain that you’d come through somehow
The fact of matters is, Cathy
I wouldn’t be standing here now

If I didn’t believe in you
We wouldn’t be having this fight
If I didn’t believe in you
I’d walk out the door and say,
“Cathy, you’re right”
But I never could let that go
Knowing the things about you I know
Things, when I met you four years ago, I knew
It never took much convincing
To make me believe in you

Cinta Cathy rupanya membuatnya kembali kerumah tinggal mereka. akan tetapi Jamie telah pergi meninggalkannya. Akhir dari kisah ini memang terlihat tragis namun banyak pesan yang bisa kita ambil.

Pernikahan tidak selalu berisi kebahagiaan semata seperti kemana-mana ada teman, menghilangkan kesendirian dan lainnya. Ikatan yang menyatukan dua kepala yang sama-sama mempunyai mimpi besar yang berbeda. Mimpi dan cita-cita tentu berbed dengan visi dan misi. Lelaki dan perempuan sama2 mempunyai hak untuk berhasil mewujudkan mimpinya. Terkadang, salah satunya rela “menyerah” dengan mimpinya dan rela demi keutuhan hubungan. Akan tetapi, perasaan mengorbankan diri yang bisa terakumulasi menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak ” baammm” merusak semuanya.

salah satu kunci hubungan adalah komunikasi. komunikasikan semua apa yang ada di kepalamu pada pasanganmu. “apa mimpi terbesarmu dalam hidup” . lalu lihatlah keadaan kalian apakah keadaan kalian bisa membuat mimpi itu menjadi kenyataan atau kamu bisa menggantinya dengan mimpi lain. tentu mimpi tak harus melulu soal pekerjaan, penghasilan dan lainnya seputar materi. Mimpi saya adalah membuat sebuah sekolah luar biasa atau taman baca gratis yang bisa menginspirasi lingkungan disekitar saya. ketika saya kelak akan mewujudkannya, bukan hanya materi yang saya perlu, tetapi dukungan, waktu agar saya fokus melakukannya. dan itu butuh rasa saling mengerti dalam suatu hubungan agar pembagian tugas rumah tangga yang jelas.

Intinya akankah kamu siap pasanganmu lebih sukses drpda dirimu?meski itu istrimu yg Lebih sukses? Tetap bertahan meski pkiran hanya menjadi bayang2nya saja ttp mengglayuti. Tentu kesuksesan tidak bisa dicapai sendiri. Akan selalu ada peran yang besar dari pasanganmu itu yang mulai ditanamkan dalam pikiran.

Tidak selamanya suami harus lebih sukses daripada istri. kewajiban dalam memenuhi nafkah harus selalu ada ditangan suami berapapun penghasilannya.

The big question
“Is this relationship worth fighting for?”

Selamat menyaksikan!

Watching The Last 5 Years

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s