Hujan Matahari
Buku karya kurniawan Gunadi ini sebenarnya ditulis dari kumpulan tulisan di blognya.
Sebenarnya saya telah membacanya dari blog dua tahun lalu tepat sebulan sebelum buku ini terbit. Saya membacanya juga sekilas, dan tertarik dengan bahasanya yang ringan namun dengan bahasa indonesia yang benar. Kumpulan cerita dan prosanya mampu mewakili pemikiran yang tidak mudah untuk diungkapkan.
Yah baru 2 hari inilah saya menemukan pinjaman buku ini, jadi baru membaca setengahnya.
Berikut kutipan2 indah dari buku ini yang saya pilih untuk ditulis :

1.Suatu Sore Dibawah Pohon Randu.
….. Dia, perempuan seorang diri dari kami bertiga. Bertengger diatas akar yang besar. Dengan gayanya yang mengatur dia memberikan petuah pada kami,laki-laki tentang perempuan. Seolah-olah dia sedang membocorkan rahasia besar kaumnya sendiri kepada lawan utamanya lelaki. Kuharap dia masih ingat kalau dia seorang perempuan.

“Kalian kaum laki-laki harus paham kunci ini.perempuan itu benar-benar suka kepastian”
Sabdanya dimulai. Bila sudah begini, kami lebih baik diam tidak menyela satupun kalimatnya.
“Anak gadis mana yang mau dipermainkan? Anak gadis mana yang mau digantungin? Cinta itu omong kosong tanpa kepastian”

Matanya tajam menatap kearah kami sambil jarinya mengacungkan ranting kecil. Bila sudah begini, kami harus memperhatikan.

“Kalian tahu? Kepastian itu bukan masalah masa depan kalian gemilang atau bukan, bukan soal uang kalian banyak atau tidak. Bukan soal itu.tapi soal ini …”
Dia menunjuk dadanya.

“Kalian tahu,perempuan itu benar-benar menyukai kepastian. Dan cuma satu saja yang perlu kalian pastikan.”

Kami saling tatap kemudian melihatnya yg tersenyum memancing kami untuk memaksanya memberi tahu.
“Bahwa hatinya aman ditangan kalian, bahwa kalian menjadikannya satu2nya. Meski aku tahu ini agak bias karena kalian tentu memiliki hal lain……
……..
Ah susah sekali menjelaskannya kalian bukan perempuan sih!!!

Dia sebal sendiri. Aku mengacungkan tangan.
” Ya, ada apa?”
“Kira-kira apa yang harus kami lakukan ketika kami belum siap memberikan kepastian” tanyaku.

Dia membetulkan posisi duduknya,kemudian mengacungkan ranting kayu ke depan mukaku.

” jangan sekali-sekali memberikan Harapan. Camkan itu!!”

2. Untuk Siapa

Doa seorang gadis bernama Matahari:
” Y Allah hamba tidak tahu berjodoh dengan siapa. Hamba tidak tahu berdoa untuk siapa. Tidak satupun nama bisa hamba sebut karena nama itu tidak pernah hamba tahu. Hamba hanya memohon,jodohkanlah hamba dengan seorang yang selalu menyebut nama hamba dalam doanya. Siapapun dia, setidaknya hamba tahu bahwa ketika mencintaiku, dia tidak melupakan-MU”

3. Perempuan lebih suka dengan laki-laki yang datang dan membicarakan masa depan bukan masalalu

4. Sepi
……..
Lelaki yang terlihat begitu gagah pun sejatinya adlah makhluk kesepian. Perempuan setegar apapun, juga makhluk yang kesepian. Kesepian yg hidup dalam hatinya, kekosongan yng tidak kunjung terisi.

Aku bertanya pada org yg berlalu lalang “dengan apa mengisi kosong? Dengan apa membunuh sepi?”

Org2 menjawab “dengan orang lain”

Aku menjawab ” aku tidak suka orang lain masuk dalam hidupku”

Mereka menjawab lagi ” jika begitu, jadikan dia tidak lagi sebagai orang lain dalam hidupmu”

Empat kutipan terpilih. Bisa jadi terpilihnya karena suasana hati, tetapi tidak semuanya isinya soal hubungan laki-laki dan perempuan.

Kalau sudah selesei dibaca satu buku, review akan diterbitkan di:

cerired.wordpress.com

~maafkan postingan yang sepanjag koran selalu
Yakinlah yang nulis lebih pegel dari yang baca
Tapi happy🙌🙌~

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s