Tidak selamanya film itu mengada-ada

watching-movies-clipart-clipart-panda-free-clipart-images-yvjcos-clipartsaya adalah orang yang sangat menyukai hal-hal yang bersifat visual. Seperti gambar dan film tapi anehnya saya tidak suka dengan komik tapi cenderung novel. Karena alasan yang bertolak belakang juga, komik itu sangat menghabiskan kertas, apalagi komik dengan genre action seperti naruto contohnya.

Pernah saya membuka komik naruto teman saya waktu SMA, ketika naruto melakukan adegan berkelahi dengan musuhnya, 3 sampai 4 lembar dihabiskan hanya untuk satu jurus. Halaman 1 naruto baru memasang kuda-kuda dan beralih ke step lainnya. Padahal coba dibayangkan kalau dibuwat untuk menulis novel, mungkin bisa kita gunakan setengah bab.

Sekali lagi memang alasan itu sangat konyol keluar dari mulut saya yang mengaku orang yang sangat visual. Tapi namanya juga hobby kesukaan semua berdasarkan rasa yang susah dijelaskan dengan kata-kata #tsahh.

Kembali  kepada film, banyak orang yang bilang film adalah representasi dari kenyataan tapi edisi yang lebay,  dan ada uga yang bilang kalau mau yang tidak ditemukan di dunia kamu bisa menemukannya dalam film.

Saya setuju dengan kedua pendapat tersebut, saya senang melihat film dengan genre romance, karena saya suka melihat kisah bahagia seseorang. Saya tidak suka dengan adegan kematian kehilangan seseorang tokoh yang penting dalam suatu film, tetapi kalau itu penjahat ya saya senang sekali.

Film dengan akhir cerita yang menyenangkan, identik dengan kisah didunia peri atau sering disebut fairy tale. Itu kisah favorit saya, tapi ada yang bilang, semua itu tidak realistis. Hidup itu tidak seperti itu. Hidup itu tidak selalu berakhir bahagia, hidup itu banyak ngenesnya yang akan mengajarkan kita soal bertahan dengan kekuatan. Memang benar sih pendapat itu, tapi pendapat kan semua orang berhak berpendapat.

Pendapat saya suka dengan cerita yang selalu berakhir bahagia adalah karena itulah yang saya cari pada film. Hal yang tidak mudah dicari dalam kehidupan, hal yang membuat kita lega dan bahagia. Karena saya melihat film sebagian besar alasannya adalah untuk penyegaran otak. Jadi ketika saya melihat film itu bahagia membuat saya bahagia.

Pernah saya melihat film dengan akhir yang tidak sesuai keinginan dan terlalu sedih karena nasib tokoh utamanya yang tidak jelas bisa membuat saya kepikiran dan uring-uringan selama seharian atau bahkan seminggu. Efek yang terlalu berlebihan, tapi ya begitulah terkadang efek sebuah film pada saya karena hamper setiap hari ada saja film yang saya tonton. Entah itu sudah menonton kesekian kalinya atau baru.

Pendapat kedua tentang film adalah representasi dari kehidupan sehari-hari manusia. Saya sangat setuju dengan pendapat itu karena menurut saya inspirasi penulis novel atau cerita yang akhirnya diadaptasi menjadi film terinspirasi dari kehidupan sehari-hari . jadi banyak dari cerita film itu sendiri terkadang mengingatkan kita pada cerita-cerita orang disekitar kita.

Cerita film yang bisanya dibilang terlalu berlebihan, terkadang tak selamanya menjadi terlalu berlebihan karena kenyataan yang terjadi lebih pahit. Hingga teman saya pernah berkata “masalah dari film itu gak ada secuil dari masalah yang aku hadapi sekarang”. Terdengar dramatis tetapi karena teman saya yang mengalaminya yang tentu saja akan beda rasanya dengan hanya dengar ceritanya. Jadi saya percaya sajalah ya.

Cerita-cerita drama korea yang dikatakan terlalu romantis dan terlalu mengusik kahyalan penikmatnya. Saya teringat dengan  drama korea pertama saya ketika masih kecil. Kebiasaan anak kecil yang mengikuti menjadi penonton acara yang dilihat oleh ibunya. Saya ingat dulu  adalah drama korea yang berjudul endless love, cerita yang sedih sekali. Dalam itu bercerita tentang seorang kakak yang mencintai adik angkatnya namun takdir ternyata tidak mempersatukan mereka.

Lalu beberapa bulan yang lalu kakak saya bercerita bahwa ada temannya sewaktu SMA yang sekarang sudah menikah dengan anak dari orangtua angkatnya (adik angkat). Dan mereka sudah mempunyai dua anak, tidak perlu perkenalan keluarga dan orangtuanya sudah mengenalnya sejak kecil karena telah mengadopsinya. Kalau untuk kasus ini kenyataan lebih membahgiakan daripada di film.

Film adalah salah satu hiburan yang banyak digandrungi oleh semua kalangan dan umur. Jika kamu berhobby sama denganku yaitu melihat film. Ini adalah referensi  artikel yang bisa kamu baca untuk memilih film apa saja yang wajib ditonton di tahun ini http://trivia.id/post/15-daftar-film-yang-wajib-kamu-tonton-di-2016.

Tenang tidak hanya film bergenre drama romatis yang ada dalam referensi diatas. Pasti banyak lelaki yang tidak suka dengan cerita menye-menye. direfferensi  artikel diatas semua genre termasuk koq.

Selamat memilih flm yang kamu suka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s