Nikmatnya mengikuti majelis taklim

Teman-temanku sering bilang, “kamu rajin sekali datang ke kajian, dimana-dimana kajian sering dateng”
Kenapa saya suka datang menuju majelis ilmu, majelis taklim atau kajian, meskipun ya tdk merubah saya lgsg dalam perilaku secara signifikan. Ya karena saya merasa lewat kajian atau nasehat-nasehat teman yg disampaikan melalui broadcast di media sosial itulah saya merasa Allah selalu mengingatkan saya , menjawab doa2 saya, menjawab pertanyaan-pertanyaan yg ada dalam kepala saya yang mungkin tidak bisa saya diskusikan dengan orang lain, melalui kajian atau media2 tersebut.
Oleh karena itu saya merasa nikmat sekali kalau berangkat ke kajian mendapat ilmu baru, meskipun ya ad yg sbenarx ilmunya sdh dibahas sebelumx tetapi pasti selalu ada nilai plus dsetiap kehadiran saya pada majelis taklim teesebut. Saya merasa Allah sangat sayang pada saya, sehingga Allah sering sekali menakdirkan saya dan mengijinkan saya hadir dalam majelis2 taklim dan kajian sesering saya suka, memperingan langkah saya, memudahkan transport menuju kesana ntah brgkat sendiri, ntah dpet tebngan..saya sangat menikmati sekali nikmat tersebut.
Saya sering merasa datang ke kajian rutin padahal saya tidak tahu tema hari itu membahas apa, dan memang saya bru merasa namax ikhlas datang ke kajian itu niatkan hanya untuk Allah jangan krena tema yg sesuai dengan kita saja ato yg kita rasa kita butuhkan, jangan merasa sok pintar tidak hadir ke kajian tersebut karena temax tidak menarik bagi kita, tapi Allah maha tahu apa yg kita butuhkan,,ilmu Allah sangat luas dan semua ilmunya wajib iita pelajari. Ketika saya datang kajian tanpa tahu temax itu saya sering malah merasa sangat diingatkan, dinasehati oleh Allah melalui ustadz penceramah trsebut. Betapa saya sangat bersyukur pada Allah, namun saya masih kurang dalam membalasnya pada Allah,,sholat2 sunnah yg kurang, sholat qiyamul lail yg susah.tp Allah masih sayang seperti itu dengan saya, sngguh sangat malu ketika saya ingat dan menuliskan cerita ini.
Contoh masalh yg saya hadapi ketika saya merasa apa yg saya lakukan itu sia2, saya terlalu banyak mengemban amanah yang akhirnya saya sendiri yg bgung untuk melaksanakan dan akhirnya semua amanh it saya rasa saya mengerjakan hasil dg tdk maksimal.saya merasa kecewa pda diri saya sendiri dan merasa ingin lari dr tggung jawab trsebut. Namun disuatu kajian yg saya hadiri Allah menjawab keresahan dan masalah saya, dengan perkataan ustadz “lakukan apa yang bisa kamu lakukan, dan serahkan yg tidak bisa kamu lakukan pada Allah” Subhanallah rasanya beban ini lgsg enteng,,krena Allah bersiap membantu dan sebab itulah saya merasa ringan dan ikhlas dalam melakukan amanah selanjutnya. Krena memang janji Allah itu nyata. Subhanallah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s