Teguran ( Petunjuk) Allah

 

 

dscf1849.jpg

muhasabah diri dihari jum’at, ketika tutup buku amal minggu ini. akankah diterima dengan tangan kanan atau kiri.

#selftalk #selfreminder #doodleart #letteringart

tweet from ust @felixsiauw

1. Cara Allah Menegur Kita | Kadang Allah berikan kepada kita limpahan harta untuk menguji seberapa pintar kita bersyukur mengelolanya,

2. dan bisa jadi juga kita diuji dengan kurangnya harta untuk melihat kesabaran kita, sikap kita terhadapnya

3. Bisa jadi Allah jumpakan kita dengan orang pandir yang menguji kelembutan hati,

4. dan Allah berikan orang jenius sebagai pecut akan kelalaian dan keseriusan kita mencari ilmu

5. Boleh jadi juga Allah memberi kita sakit agar kita memperhatikan hak-hak anggota badan akan kebaikan yang harusnya kita tunaikan,

6. Allah menegur kita dengan banyak cara, sayang banyak diantara kita terlalu sibuk mengeluh hingga melupakan pelajaran dan hikmahnya

7. Seringkali kita mengeluh, saat kurang kita menuduh Allah tidak mencukupkan kita, saat senang kita minta lebih banyak lagi,

8. Adalagi diantara kita sibuk menyalahkan yang lainnya atas apa yang harusnya menjadi tanggung jawab kita, sebab kita tak mau salah,

9. Padahal keluhan dan menyalahkan hanya menambah masalah baru, kita takkan pernah mencari penyelesaian,

10. Cobalah perhatikan sekelilingmu, ada manusia-manusia yang Allah berikan hadirnya untuk jalan mendapatkan “teguran” itu.

11. Siapapun mereka kita masih tetap bisa belajar darinya

12. Tentang malam-malam yang habis tanpa sujud, hari-hari yang habis tanpa bacaan Al-Qur’an, tentang bulan-bulan yang berlalu tanpa shaum

13. Allah mengingatkan kita bukan agar kita putus asa, tapi untuk segera meluruskan hidup kita dan kembali pada perlombaan kebaikan

14. Mengumpulkan bekal akan perjalanan panjang, amal, sahabat, bekal cinta pada Allah dan Rasul-Nya, yang makin hari makin sulit dikumpulkan

15. Dan bila teguran-teguran Allah itu belum mampu kita temukan, bukankah itu justru teguran yang sangat berat dari Allah?

16. Sekeras apakah hati kita hingga tak bisa merasa?

 

 

Indahnya Lisan yang Terjaga

Kemarin disaat saya sedang berkutat dengan laptop dikamar kos, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar. Saya membukakan pintu kamar , tiba-tiba saja teman saya itu bercerita dengan emosi dan tanpa jeda. Dia bercerita seperti menuntut suatu jawaban atas ceritanya dan perlakuan yang dia dapat terhadap saya. Dia adalah teman sekos saya yang masih tergolong muda. dia bergabung dikos saya yang memang sebagian besar penghuninya adalah mbak-mbak yang jilbabnya lebih panjang dan lebih lebar darinya. Dia jangankan memperlebar jilbabnya, memakai rok saja dia jarang dan memakai kaos kaki kalau kuliah saja. Ya saya tahu betul dan saya pernah berdiri dalam fase itu sebelumnya, ketika saya baru masuk disini.

Dia bercerita dengan emosi yang menggebu hingga nyari menangis. Dia bercerita tentang temannya yang sudah dia anggap lebih tinggi pengetahuan agamanya menyakitinya berkali-kali. Dia sering dituntut memakai rok dan jilbab yang lebar lengkap dengan kaos kaki. Ketika dia lupa memakainya, temannya akan menyindirnya habis-habisan. ketika dia tidak bisa datang dalam pengajian bersama temannya, dia akan mendapat pesan (sms) yang mengintrogasinya dan tidak sungkan menuduhnya berbohong. Akhirnya dalam ceritanya tersebut dia mengakhirinya dengan berkata.

” aku tau kak, dia bermaksud baik padaku, dia menginginkan yang terbaik buatku. tetapi kenapa dia caranya seperti ini? aku berkata jujur dibilang berbohong. aku tau kak memang sesama muslim wajib mengingatkan. haruskah seperti itu caranya? aku mau berubah tapi aku tidak bisa langsung seperti itu”

Dari perlakuan yang dialami teman kos saya tadi, saya jadi teringat dengan artikel yang beberapa waktu lalu saya bagikan yaitu tentang kekerasan verbal. artikel kemarin berisi tentang kekerasan verbal dalam rumah tangga kalau ini bedanya adalah kekerasan verbal dalam berdakwah atau dalam hubungan pertemanan. Kalau mungkin saya diposisi adik kos saya tersebut saya akan langsung meninggalkan teman saya itu. menurut pendapat saya, dia siapa berani bilang saya berbohong dengan tegas dan lantangnya ketika saya memang berbicara jujur?. kedua, siapa dia berani menjudge saya ini itu , sedekat apapun hubungan saya dengannya, dia tidak akan pernah tau rasanya menjadi saya, meski saya sudah bercerita semua yang saya alami.buat apa saya berteman dengan teman yang malah membuat saya tidak semangat menuju kebaikan dan malah membuat saya malas untuk menjadi lebih baik.

Saya pernah dulu mengalami yang sama dengan adik kos saya, ketika saya masih berkuliah s1. saya dan teman-teman niatnya mau belajar membaca al-qur’an ala qiro’ah yang berlagu. Saya dan teman-teman pada pertemuan pertama masih mendapatkan apa yang kami carai, namun setelah pertemuan kedua dst, mbak yang ngajar kami hari pertama tidak bisa hadir,, lalu digantikan dengan “diskusi” dengan pengkaderan aliran hitz waktu itu di universitas kami.Pada pertemuan kedua diskusi, pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan serasa tidak sinkron dengan apa yang saya pelajari sebelumnya. Dan tentu tidak memuaskan saya. Lalu saya dan teman2 akhirnya berhenti dan tidak hadir lagi karena yang disamnpaikan tidak memuaskan apa yang dibenak kami, selain itu juga berbeda dengan apa tujuan kami sebelumnya yaitu belajar al-qur’an.

Ternyata tidak cukup sampai disitu kekecewaan kami. kami selalu disms kenapa tidak hadir ini dan itu. kami bilang kami sudah tidak mau hadir lagi. setelah itu barulah banyak berondongan tausiyah sindiran yang membrondong setiap hari. Tentang hukum tidak mau belajar, dll. Sindiran secara langsung juga ada. Ya, dalam keadaan saya waktu itu, itu adalah sindiran yang membuat saya lebih malas untuk bergabung bersama mereka. Terkadang, kalau tidak sengaja bertemu mereka mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar dan tatapan yang seolah kami bukan golongan mereka yang pantas. Ya,mereka seperti mengekslusifkan diri.

Akan tetapi ketika saya mengingat saya bertemu teman-teman saya yang benar-benar mensupport saya dan memotivasi untuk menjadi selalu lebih baik, membuat saya sadar akan pentingnya santun dalam mengajak dalam kebaikan. Meskipun, niatnya yang baik namun caranya yang salah akan berakhir sia-sia. Mereka tidak pernah memperlihatkan bahwa saya lebih hina dari mereka, mereka selalu mempunyai cara untuk datang mengajak saya ke majelis ilmu. Ketika saya ijin tidak bisa datang bersama, alih2 menyindir, dan menghakimi saya malas. mereka mendoakan agar pekerjaan saya saat itu segera selesai. Rasanya ingin berkumpul lagi dengan mereka secepatnya karena hanya doa dan kata-kat indah yang terlantun tidak ada hinaan atau ejekan.

Dari pengalaman yang saya alami tersebut saya jadi merenung panjang tentang ini. semua niat yang baik memang harus dilakukan dengan cara yang tepat dan baik. Penahanan lisan untuk tidak mengatakan yang menyakitkan kepada orang lain serta tidak hanya dengan kata-kata. Dengan perbuatan kita yang bisa membuat orang lain menirunya adalah lebih baik tentunya. seperti wasiat Rasulullah SAW, suri tauladan adalah guru yang terbaik. saya juga sadar ketika mendengarkan nasihat dari ust Salim .A.Fillah

“jangan sampai gara-gara perkataan kita atau perbuatan kita , seorang hamba menjauh dari Rabbnya”

sungguh dosa besar kita, apabila mengajak orang menuju kebaikan dengan niat yang baik, tetapi dengan cara yang salah, orang itu malah menjauh dan enggan lagi atau trauma dengan majelis ilmu dan hal2 yang menuju kebaikan.

wallahuaa’lam itu adalah pengalaman yang ingin saya bagi, dan dakwah versi saya yang menurut saya yang benar. Merangkul menuju kebaikan dan saling mendoakan. Banyak juga metode dan cara dakwah yang lain yang tanpa melukai hati oranglain. semoga bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

kalau ada kesempatan nanti saya akan menulis tentang perjalanan dari celana menuju rok yang memang tidak mudah see you.

with love

ceri

Listening to Rockabye (feat. Sean Paul & Anne-Marie) by Clean Bandit

Rockabye baby,, Rockabye.

Nemu Lagu beginian karena tugas bwt pekan organik lagi.
Pertama periksa lirik dulu.
Gak nyangka lagu agak2 metal2 begini ternyata ceritanya ttg “single mom”.
Buat mensupport single mom yang lagi frustasi menghidupi anaknya.

Young and single parent. 16th yg kerjaanx jd penari pole dance.
Mungkin disana lg gencar2nya menanamkan untuk menghargai kehidupan dan bertanggungjwab atas perbuatannya.

Ditengah budaya mereka yang free s*x udh jdi kebiasaan, untuk mengambil keputusan ” raise her baby” bakal sgt berat. Apalgi masih muda, harus kerja dg pendidikan rendah, melupakan mimpinya demi menghidupi sang buah hati seperti pada kisah film Love Rosie.

She works the night, by the water
She’s gonna stress, so far away from her father’s daughter
She just wants a life for her baby
All on her own, no one will come
She’s got to save him (daily struggle)

She tells him “ooh love”
No one’s ever gonna hurt you, love
I’m gonna give you all of my love
Nobody matters like you (stay up there, stay up there)

She tells him “your life ain’t gonna be nothing like my life (straight)
You’re gonna grow and have a good life
I’m gonna do what I’ve got to do” (stay up there, stay up there)

Memang cinta ibu itu sepanjang jalan.
Sekeras apapun hidupnya, dia akan berusaha survive dan senyum demi anaknya.
Sangat layak memang surga ditelapk kaki ibu.😘

Listening to Rockabye (feat. Sean Paul & Anne-Marie) by Clean Bandit

Preview it on Path

Cerita, Buku dan Anak-anak

20160713_183157hafidz dan khodijah 

Setiap saya mengunjungi toko buku ataupun toko buku daring, saya selalu tertarik dengan buku anak-anak yang lucu. Buku yang mempunyai halaman per halamannya begitu tebal dan sampulnya jauh lebih tebal. Buku anak-anak yang didesain anti sobek bagi anak usia dibawha 5tahun.Harga yang dibandrol pun jauh lebih mahal dari buku termahal yang saya beli. Harga persatuannya berkisar diatas 70rb dan ada yang dijual per set dengan harga jutaan.

Bekennya kelas Parenting dihampir kelas langsung ataupun online membuat bisnis buku anak-anak dan sarana bermain yang mendidik jadi sangat menjanjikan. Karena keinginan orang tua yang menginginkan anaknya untuk akrab dengan buku dan senang membaca. hal ini membuat saya berpikir kembali, semahal itukah sekarang untuk membentuk anak gemar membaca.

saya menjadi mengulang kembali apa yang mebuat saya dulu jadi seperti sekarang, suka sekali dengan buku?? padahal dulu boro-boro beli buku mahal, buat beli susu aja udah syukur.

Saya mempunyai dua tempat favorit yaitu Masjid dan Perpustakaan( termasuk toko buku, apapun yg bnyak bukunya). Ya dua tempat yang wajib ada dirumah saya sekarang dan kelak. Ada musholla yang sebagai representasi masjid kecil dirumah yang membuat anggota keluarga berkumpul berjamaah bersama, itu yang membuat saya malas sholat sendiri dikamar karena musholla diruma telah ada dan dibuat papa sejak kami SD.

Perpustakaan atau yang tempat yang banyak bukunya menjadi ruang favorit saya belajar. Bau buku dari toko buku selalu membuat saya nyaman, saya jarang sekali menyetujui orang yang mau mengantarkan saya atau bareng beli ke toko buku disaat saya berniat hunting atau refreshing ditoko buku. Pasti saya akan berakhir dengan menyiksa mereka dengan menunggu berjam-jam. saya lebih nyaman berangkat sendiri tanpa ada beban dan yang ngomelin minta udahan. ya mungkin 3 jam udah paling minimal.

kembali pada kenapa saya begitu suka buku? saya juga baru memikirkannya hari ini setelah melihat perpustakaan anak seorg teman yang koleksi bukunya mungkin seharga 5 jutaan diusia belum genap 4th.Kalau diingat-ingat buku pertama saya waktu itu adalah ketika saya membongkar buku-buku waktu saya TK, saya menemukan buku kusam milik mama saya yang berjudul “Cinderella” bukunya sudah hampir terpisah2 dan akan di makan rayap ujungnya. Saya ingat buku itu hanya mempunyai sedikit ilustrasi dan penuh tulisan. karena saya sangat senang punya buku cinderella yang sangat terkenal ceritanya hingga sekarang. saya menyimpannya dan meminta mama membacakannya, hingga saya bisa membacanya sendiri.

Saya bukan anak-ank yang mendapat waktu penuh dengan orangtua, apalgi mama yang bisa menceritakan Bedtime Stories tiap malam. Mama yang harus mengurus adik saya juga yang saat itu masih bayi, selain itu beliau juga harus bekerja. Sewaktu adik saya sudah satu tahun, dan saya 4 tahun , kami ditidurkan bersama dan mama mulai bercerita hingga kami tidur. kegiatan Favorit saya sewaktu kecil adalah mendengar mama bercerita. ketika mama mau membersihkan telinga saya, saya mau asal dengan syarat dicritakan suatu crita. banyak kegiatan yang bersysarat dengan bercerita : memotong kuku, bersihin telinga, bersihin apapun lah.

Mungkin mama kuwalahan mengarang cerita waktu itu, karena saya selalu ingat kalau ada cerita yang diulang. pada awalnya mama menceritakan legenda-legenda Rakyat, lalu cerita kisah masa kecilnya, dan berakhir cerita2 horor, karena sangking gak ada ide “ini anak minta cerita melulu”. Nah dari cerita2 mama seperti kisah malin kundang, danau toba dll, itu memancing rasa penasaran saya waktu SD. Ketika saya sudah lancar membaca saya penasaran kisah lengkapnya, karena mama hanya menceritakan versi pendeknya , ya karena saya juga maklum, untuk seusia mama, pasti sudah lupa legenda rakyat segitu banyaknya.

Saya masih ingat saya akrab dengan perpustakaan adalah sedari SMP, karena saya ingat waktu SD saya sempat sedih kenapa SD saya tidak mempunyai perpustakaan. Ketika saya ingin mencari buku-buku legenda rakyat tersebut saya tidak bisa. apalah daya anak SD. tetapi saya menemukan cerita-cerita dalam buku-buku bahasa indonesia. Saya suka mengulang-ulang membaca cerita tersebut. alhamdulillah masih banyak jalan waktu itu untuk mendapatkan bacaan. Begitulah kira-kira kisah saya seteah mengingatnya.

Saya pernah mendengar seorang ustadz yang juga psikolog parenting ustadz Fauzil adhim berkata: kalau ingin membuat anak suka dengan buku, maka orangtuanya pun harus dilatih suka dengan buku. perkataan itu ada benarnya, karena darimana mama saya pnya bnyak cerita kalau tidak suka baca buku cerita dan nonton film. Darimana saya mempunyai buku cinderella pertama saya, ketika mama saya tidak suka ke perpustakaan untuk meminjamnya dan akhirnya lupa dikembalikan.

Anak memang peniru yang baik, apapun yang dilakukan orangtuanya akan terbiasa. palagi seorg ibu yang hampir 24jam bersama anak. mungkin kalau sekarang kualitas buku ibunya diupgrade, kualitas ceritanya diganti dengan kisah Para nabi dan Rasul. belajar tak perlu mahal, apalgi sudah terlanur mahal belum tentu dipelajari. hehe. semoga anak kita kelak menjadi generasi yang lebih baik bagi kita aamiin 🙂

 

Listening to Just a Friend to You by Meghan Trainor

Ternyta friendzone tidak hnya terjadi dibelahan dunia bagian jodipan aj (omahe wachie) 😹
Ternyta disluruh dunia ada😹.

Lagu ini mulai mengganti kedudukan “we don’t talk anymore” d playlist. Lirik lagunya yang memang so true.

Inspirasi kdang mmg hnya dengan menghayati lirik2 lagu akhirx jdi novel. Seperti kmrin berharap lagu “we don’t talk anymore” ad yg bkinin novel filmx,tp kyakx blom ad. Ya buat sndri aja alah 😄.

Kyaknya lagu ini juga liriknya yg bisa dibedah2 jd bbrpa scene cerita. Ya tapi kapan kapan?? Mboh klo ad waktu.

Memang musik, buku dan film bisa mencipatakn dunia sendiri bagi penikmatnya. Jadi pengen bkin dunia sendiri bwt pembaca dan penonton. Memberi keyakinan sendiri. Seperti leonardo d’caprio yg masuk dalam mmpi org dan menumbuhkan keyakinan sesuai keinginannya dalam film “the Inception”.

Mimpi dan cita2 itu mmg perlu dipelihara sepertinya, agar tidak tergerus oleh rutinitas yg akhirx mati sblm tumbuh dan berkembang. Yang akhirnya nnti hanya bisa bilang ” itu tinggallah mimpi dan cita2″. Hobby dan mimpi,2 hal yg berbeda, namun hobbh bisa menjadi jalan meraih mimpi.

*Ahlan wa sahlan Raja Salman, kece esklatornya*

#selftalk
#semangat

Listening to Just a Friend to You by Meghan Trainor

Preview it on Path

-Petunjuk Arah-

Hari ini, saya mendapatkan(lagi) pelajaran pentingnya menulis “meaningful viral content”. Artikel dari kak ollie (chief content zettamedia) yg menuliskan tentang pengalaman temannya mengalami KDRT.

http://kamantara.id/post/ini-bukan-cinta-belajar-dari-nilam-sari-tentang-tanda-tanda-kekerasan

Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia pada 2015 sebesar 321.752.

Intangible influence: Gramedia baru aja mengabari kalau mereka sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan kembali buku tentang KDRT berjudul ‘Love Me Better’ setelah membaca artikel ini.

Artikel ini mungkin bisa menyadarkan wanita diluar sana yang telah mengalami kekerasan,namun tidak menyadarinya. Satu artikel ini mungkin bisa menyelamatkan satu nyawa diluar sana.

Lagi-lagi ini adalah pelajaran kenapa tulisan harus dibuat dengan penuh tanggungjawab ( g cuman tlisan sih, ucapan dan semua perbuatan). Pekerjaan mencari topik yang viral dan menggiringnya menuju arah2 positif yang bermanfaat adalah tantangan ketika viral dengan konten yg negatif lebih diminati.

Akan tetapi, ketika artikel yang dibuat dengan susah payah menjadi positif(bermanfaat) menjadi viral dengan puluhan ribu pembaca akan memberikan kepuasan tersendiri😆.

Ya setidaknya dengan kemampuan yang dimiliki bisa membantu orang lain menuju petunjuk arah hidup sebenarnya, walaupun yg sanggup dilakukan hanya menjadi percikan api kecil dari obor yang sebenarnya.

Salah satu pesan dari suhu:
“Kalau kalian sudah mulai malas menulis lagi, ingatlah apa tujuan kalian pertama kali menulis.
Go semangat Blogger”💗

#renunganmalamsebelumtidur
#liburnulisdulubanyakinbacabiarberbobotyangditulis – at Nol Kilometer Yogyakarta

View on Path

Perusak mood hari ini adalh menemukan e-book novel dan buku yang didiskon 14.000 selama bulan februari, telah berubah menjadi harga normal.

Padahal itu didepannya masih tertulis promo 14.000, tapi di buka harga list novelnya udh harga normal.p februari pun blm berakhir koq udh harga normal. Waeeyo??💔💔😭😭😭😭

Aku menyesal melewatkanmu kemarin2, tp kmrin bokek ciinn g sggup beli pulsa.
Duh!! Klo msalh diskon emg bkin kepikiran trs!!

Aplg d google play g ad admin yg online bwt dprotes 😑

Pelajaran: Klo mw berbuat baik jangan ditunda-tunda, klo dah gni nyesel 😢( ya anggap aj sgera mmbeli ebook promo adlah perbuatan yg baik pda dompet)

View on Path